Boko Haram Ingin Islamisasi Nigeria melalui Perang Jihad Melawan Kristen
pada tanggal
Selasa, 03 Juli 2012
Edit
ABUJA (NIGERIA) – Kelompok militan Islam, Boko Haram kembali menyatakan tekad mereka meng-islam-kan Nigeria melalui deklarasi perang terhadap pemerintah Nigeria dan umat Kristen, dengan menyerukan agar melakukan serangan kepada dua pihak itu sampai negara Islam dapat menggantikan pemerintahan sekular sekarang.
Menurut Worthy News pada 29 Juni 2012 lalu, selama bulan Juni saja, belasan aksi teror dan intimidasi terjadi.
Para penembak memberondong jemaat yang sedang beribadah di sebuah gereja di negara bagian Borno, membunuh satu dan melukai tiga orang. Pada hari yang sama sebuah bom mobil bunuh diri meledak di sebuah gedung gereja Injili di Jos yang meruntuhkan seluruh bangunannya, 62 orang luka kritis; bom bunuh diri lainnya membunuh 18 orang dan melukai 40 lainnya di dua gedung gereja di negara bagian Bauchi.
Sementara itu, terpisah dari bahaya islamisasi yang menghantui, umat Kristen di Nigeria tetap memiliki semangat dan iman untuk melaksanakan ibadah.
“Saya selalu merasakan suasana ketakutan selama ibadah Minggu,” ujar Pendeta Abraham Ekeneh, “tetapi kami tidak lengah. Kami tidak dapat berhenti mendatangi ibadah Minggu karena jika kami melakukannya, itu berarti kami membantu mereka mencapai tujuan mereka.” (WorthyNews)
Menurut Worthy News pada 29 Juni 2012 lalu, selama bulan Juni saja, belasan aksi teror dan intimidasi terjadi.
![]() |
| WIlayah yang dikuasai Boko Haram (hijau) |
Para penembak memberondong jemaat yang sedang beribadah di sebuah gereja di negara bagian Borno, membunuh satu dan melukai tiga orang. Pada hari yang sama sebuah bom mobil bunuh diri meledak di sebuah gedung gereja Injili di Jos yang meruntuhkan seluruh bangunannya, 62 orang luka kritis; bom bunuh diri lainnya membunuh 18 orang dan melukai 40 lainnya di dua gedung gereja di negara bagian Bauchi.
Sementara itu, terpisah dari bahaya islamisasi yang menghantui, umat Kristen di Nigeria tetap memiliki semangat dan iman untuk melaksanakan ibadah.
“Saya selalu merasakan suasana ketakutan selama ibadah Minggu,” ujar Pendeta Abraham Ekeneh, “tetapi kami tidak lengah. Kami tidak dapat berhenti mendatangi ibadah Minggu karena jika kami melakukannya, itu berarti kami membantu mereka mencapai tujuan mereka.” (WorthyNews)
