Dianggap Tak Berijin, Ratusan Mahasiswa dan Polisi Membakar Gereja Orthodoks St Arsema Qoto Baloso
pada tanggal
Minggu, 18 Desember 2011
Edit
Teriakan-teriakan keagamaan yang artinya “Tuhan Maha Besar” membahana mewarnai aksi pembakaran Gereja Ortodoks St Arsema, yang dibangun di atas tanah yang digunakan oleh komunitas Kristen selama lebih dari 60 tahun.
Jonathan Racho, Manager Regional ICC untuk Afrika mengatakan tindakan ini telah melanggar hak-hak umat Kristen di wilayah itu. Karena itu Jonathan mendesak pemerintah Ethiopia untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran berat hak-hak minoritas Kristen di wilayah negara yang didominasi oleh kelompok agama tertentu.
Sementara itu, menurut Inspektur Mustefa Bashir dari Provinsi Silte, polisi telah merusak atap gereja setelah pengadilan memutus gereja dibangun tanpa izin, tetapi terkait penghancuran gereja oleh mahasiswa, pihaknya sedang menyelidiki dan menentukan siapa yang bertanggung jawab. (WorthyNews/Reformata)