Mohon Doa! Muslim Ekstrimis Kembali Serang Umat Kristen di Giedam, Empat Tewas dan Delapan Gereja Dibakar
pada tanggal
Senin, 28 November 2011
Edit
ABUJA (NIGERIA) - Tekanan dan penganiayaan kepada umat Kristen di Nigeria oleh kelompok anti-Kristen di Nigeria, Boko Haram yang berjihad melawan negara Barat dan Kristen yang mereka anggap sebagai ancaman iman mereka nampaknya akan terus berlanjut.
Setelah pada 4 November lalu mereka dengan sukses membakar 11 gereja dan membantai 150 lebih umat Kristen di Kota Damaturu, Negara Bagian Yobe, kini pada Minggu (27/11/2011) para muslim radikal ini kembali melakukan aksinya di Kota Giedam, Negara Bagian Yobe.
Dalam penyerangan itu sekurangnya empat orang dilaporkan tewas dan delapan gereja dibakar.
Saksi mata menjelaskan bahwa sebelum para muslim yang menganggap diri mereka fundamentalis dan paling suci ini menyerang umat Kristen di kota itu, mereka melakukan serangan pengeboman terhadap sebuah kantor kepolisian setempat, dengan tujuan agar aksi mereka dapat dilakukan dengan leluasa.
Seusai mengebom kantor polisi setempat mereka dengan leluasa membakar delapan gereja, menyerang toko-toko milik warga dan menyerbu dan mencuri uang di sebuah bank yang ada di wilayah. (Tim PPGI)
Setelah pada 4 November lalu mereka dengan sukses membakar 11 gereja dan membantai 150 lebih umat Kristen di Kota Damaturu, Negara Bagian Yobe, kini pada Minggu (27/11/2011) para muslim radikal ini kembali melakukan aksinya di Kota Giedam, Negara Bagian Yobe.
Dalam penyerangan itu sekurangnya empat orang dilaporkan tewas dan delapan gereja dibakar.
Saksi mata menjelaskan bahwa sebelum para muslim yang menganggap diri mereka fundamentalis dan paling suci ini menyerang umat Kristen di kota itu, mereka melakukan serangan pengeboman terhadap sebuah kantor kepolisian setempat, dengan tujuan agar aksi mereka dapat dilakukan dengan leluasa.
Seusai mengebom kantor polisi setempat mereka dengan leluasa membakar delapan gereja, menyerang toko-toko milik warga dan menyerbu dan mencuri uang di sebuah bank yang ada di wilayah. (Tim PPGI)
