-->

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Rawamangun Waspadai Teror Bom Saat Ibadah

JAKARTA - Teror bom bunuh diri di Gereja Bethel Injili Sepenuh Kepunton, Solo, pada Minggu (25/09/2011) menjadi keprihatinan banyak pihak. Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Rawamangun, Jakarta Timur, juga mewaspadai hal serupa di gedung gereja mereka.

"Kami telah kabarkan itu dalam warta jemaat pada kebaktian ini. Doa memohon belas kasih Tuhan agar korban dan keluarganya diberi kekuatan atas cobaan ini juga kami panjatkan," kata salah satu anggota jemaat HKBP Rawamangun, Julian Sitorus.

Gereja di Jakarta Timur itu memiliki banyak jemaat, lebih dari 4.000 kepala keluarga terdaftar sebagai anggota jemaatnya.

Ibadah Minggu digereja itu, dilaksanakan tujuh kali dalam bahasa Batak dan bahasa Indonesia di gereja itu.

Menurut Sitorus, teror bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo itu merupakan teror atas kemanusiaan. "Kami waspdai hal itu juga. Ada beberapa polisi berbaur dengan jemaat untuk mengantisipasi hal-hal buruk tanpa menyolok mata," katanya.

Koordinasi dengan polisi setempat, katanya, telah dilakukan. "Mulai dari tempat parkir sampai dalam halaman gereja sudah dijaga secara tertutup agar jemaat tidak resah," katanya. (Antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari GerejaOnline selain "" di Grup Telegram Gereja. Klik link https://t.me/kabargereja kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Gereja Online


Iklan Bawah Artikel