-->

Umat Kristen dan Yahudi di New York Tentang Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis

NEW YORK (AS) - Umat Kristiani dan umat Yahudi di Amerika menolak legalisasi pernikahan sesama jenis (gay) yang kian marak di Amerika Serikat.

Dilansir dari Christianpost, tanpa menyerah kaum Evangelis, Baptis, Karismatik, Katolik dan Yahudi di negara bagian New York, melakukan gerakan penentangan tersebut dengan mengajak masyarakat berkumpul di jalan dan menyuarakan kecaman dan tekanan kepada senat New York untuk menghentikan legalisasi pernikahan gay yang termaktub dalam Rancangan Undang-Undang Perkawinan Sesama Jenis yang akan disahkan pada hari ini (17/06/2011).

"Ada alasan dari pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita. Ibu dan ayah keduanya memberikan kontribusi sesuatu yang unik untuk membesarkan anak-anak, "kata Pendeta Jason McGuire, seorang pendeta Baptis sekaligus direktur eksekutif dari badan Kebebasan Konstitusi di New York.

McGuire mengatakan ia yakin kampanye dari akar rumput ini akan memberi pengaruh kepada ribuan gereja-gereja evangelis di New York untuk bersikap sama.

"RUU ini datang entah dari mana selama Pekan Suci dan mengejutkan banyak orang," katanya.

"Karena waktunya pendek, kami memilih pendekatan politik" lanjutnya.

Dia juga menunjukkan ironi dari waktu RUU. "Sungguh menarik bahwa RUU maju ke depan tepat setelah Hari Ibu, dan dekat suara sebagai pendekatan Hari Ayah. Masyarakat siapkan hari-hari karena masyarakat mengakui bahwa ibu, ayah dan pernikahan adalah penting. "

Negara bagian New York bakal menjadi negara bagian keenam di Amerika yang mengijinkan pernikahan sesama jenis jika RUU tersebut disetujui. Hal ini sangat bertentangan dengan norma dan moral kehidupan mayoritas warga terutama umat Kristiani yang melihat pernikahan sebagai hubungan antara pria dan wanita.

Sumber: Christian Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari GerejaOnline selain "" di Grup Telegram Gereja. Klik link https://t.me/kabargereja kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Gereja Online


Iklan Bawah Artikel