Keuskupan Sendai : Satu Imam Meninggal, Satu Gereja di Fukushima Rusak Total
pada tanggal
Selasa, 15 Maret 2011
Edit
SENDAI (JEPANG) - Keuskupan Sendai, dekat pusat gempa yang meratakan sebagian besar wilayah Jepang bagian utara Jumat lalu 11 Maret, kehilangan seorang imam asal Kanada.Pada Senin 14 Maret, di website Konferensi Waligereja Jepang, keuskupan tersebut memuat berita duka yang menyatakan bahwa Pastor Andre Lachapelle dari Quebec Foreign Mission Society meninggal dunia dalam gempa disertai tsunami tersebut.
Pastor Lachapelle, yang mengabdikan diri pada banyak karya keadilan dan perdamaian semasa hidupnya, tewas karena mengalami gancangan fatal dalam bencana itu, kata penasehat keuskupan, Pastor Peter Shiro Komatsu.
Pastor Lachapelle, kepala Paroki Shiogama di Miyagi, berada di Kota Sendai pada saat gempa. Dia tewas dalam perjalanan pulang ke parokinya yang berjarak 15 kilometer dari kota tersebut setelah gempa mereda.
Keuskupan Sendai mencakup empat prefektur yaitu Aomori, Iwate, Miyagi, dan Fukushima, semuanya termasuk dalam wilayah yang paling parah terkena bencana 11 Maret itu.
Pastor Komatsu mengatakan, Uskup Sendai Mgr Martin Tetsuo Hiraga selamat, namun belum ada laporan selengkapnya karena telekomunikasi masih terganggu.
Situasi sejumlah gereja di wilayah pesisir belum diketahui nasibnya, namun satu gereja di Fukushima rusak total. Delapan gereja di Sendai mungkin aman, mungkin juga mengalami sedikit kerusakan.
Sumber: Cathnews Indonesia