-->

Pengungsi Korban Tsunami Mentawai Kesulitan Dapatkan Air Bersih

TUAPEJAT (SUMBAR) - Para pengungsi korban tsunami Mentawai mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Dampaknya, berbagai penyakit mulai menyerang mereka.

Pengungsi tersebut kebanyakan menderita diare dan kulit gatal-gatal akibat kurangnya air bersih dan toilet yang memadai di lokasi pengungsian.

Mereka berada di Kawasan HPH Minas Pagai Lumber, Pagai Selatan, yaitu di km 37, km 23, km 32, km 39, km 40, km 41, dan km 39.

Di lokasi pengungsian tersebut, para pengungsi harus berjalan 100 meter hingga 1 kilometer untuk mencapai sumber air bersih.

Menurut informasi dari Plan Indonesia, Rabu (29/12), yang membantu disana, sejauh ini tim medis dan klinik keliling dari berbagai LSM hanya melayani pengungsi dalam jangka waktu pendek.

Untuk mengatasi krisis air bersih tersebut, Plan Indonesia bekerja sama dengan Church World Service (CWS) akan mendistribusikan air bersih di tempat relokasi tersebut terhitung 19 Desember 2010 hingga 19 Februari 2011.

Menurut data dari Plan Indonesia, air bersih yang disediakan berjumlah 35.000 liter dan 9.000 liter air minum/hari untuk 549 kk hingga 2.027 kk dalam periode 2 bulan.

Upaya demikian diharapkan bisa meminimalkan risiko penyakit yang diakibatkan kurangnya ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian.

Sumber: MediaIndonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari GerejaOnline selain "" di Grup Telegram Gereja. Klik link https://t.me/kabargereja kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Gereja Online


Iklan Bawah Artikel